Suatu ungkapan yang unik menurut mamie, tapi itu terbetik tiba-tiba di kepala ketika, seorang sahabat menanyakan mamie tentang rencana besar yang ada dalam kepala mamie.

Mungkin, jika pertanyaan ini disampaikan pada mamie beberapa waktu yang lalu, pasti mamie menyebutkan hal-hal yang berkenaan dengan rencana masa depan, mungkin akan menjadi point-point yang banyak dan tak terhitung jumlahnya. πŸ˜€
Namanya juga keinginan, manusia tidak akan lepas dari itu jika masih bernapas, masih punya napsu, masih berkeliaran di dunia.

Dengan terkejut dia berkata kembali ke mamie, “are you sure? think twice mamie!!!”, hmm.. sebegitu pentingkah rencana itu?

Dua hari yang lalu mamie tidak seperti biasanya, dengan apik menyusun rencana kegiatan harian yang mamie isi sampai seminggu. Padat sekali kelihatannya, sampai-sampai belum waktunya pun mamie sudah merasa capek..:D
Pikiran yang dipenuhi dengan rencana itu ternyata sangat memberatkan. Walaupun bagi kita rencana tersebut baik adanya. Rencana yang mamie sudah atur dengan apik, pastilah membuat pelaksanaannya lebih mudah. Begitukan?

Tapi jawabnya tidak! Ternyata apa yang mamie rencanakan sama sekali bukan hal yang sangat mudah dilaksanakan. Padahal sudah susah juga dipikirkan yah. hehehe

Ada suatu kekuatan yang selama ini kita lupakan. Sebaik-baiknya rencana yang kita atur, pernahkah kita menyadari bahwa sedetik kedepan kita tidak pernah akan tahu apa yang akan terjadi?

Alasan itu yang membuat mamie merasa nyaman jika tidak punya rencana. Tidak punya rencana bukan juga berarti mamie tidak punya bayangan terhadap hari esok dan hari-hari selanjutnya. Tetapi treatment terhadap rencana itu sudah beda.

Sekali mamie berpikir untuk rencana besok, mamie dalam hati cuman bisa berucap Insya Allah. Yah..memang semua atas izin Allah. Kita semua gak bisa menduga sedetik kedepan dari hidup kita akan terjadi apa. Malahan dengan berpikir seperti itu, akhir-akhir ini mamie selalu menyadari saat bernapas. Hal yang selama ini terabaikan, dan tidak kita sadari.
Hidup kita bisa diambil dalam hitungan detik, sementara detik itu sendiri tidak bisa kita nikmati akibat fokus yang kita buat sendiri seakan kita yakin bahwa besok kita pasti masih hidup.

Jadi rencana terbesar mamie sekarang ini adalah dengan meniadakan rencana. Rencana yang kadang baru dipikir saja sudah memberatkan apalagi saat dilaksanakan. Kadang kita merasa, “kita” yang bekerja padahal semua itu sudah pastilah atas petunjuk dan ridhoNya. Lalu kenapa kita harus susah? kenapa harus pusing?

Apa yang kita bisa rasakan detik ini adalah suatu karunia yang tidak akan kita peroleh nanti di detik selanjutnya. Waktu berjalan tanpa bisa dihentikan, masihkah kita mengabaikan itu? mengabaikan rasa syukur atas hidup sedetik yang kita miliki ini?

Semoga kita semua diberi petunjuk

Advertisements