Ade sudah cenderung menampakkan kekerasan hatinya di usia 7 tahun ini. Hal itu terlihat jika dia mulai menolak dan tidak suka dengan suatu keadaan.
Dengan suara keras, dia berteriak dan mengeraskan tubuhnya. Biarpun mamie membujuknya.

Ah sayang…
Mamie kuatir jika kebiasaan ini diteruskan. Mamie jadi berpikir mungkin inilah yang dikatakan sakit jika sakratul maut datang menjemput dan kita menolak untuk menyambutnya.

Masuk di akal jika ada tarik menarik dari dua sisi yang berbeda, pastilah tenaga yg digunakan sangat besar, tapi mampukah kita menolak kepastian itu?

Muslim, artinya berserah diri. Mamie belajar untuk bisa melakukan itu melalui setiap waktu dengan mengingatnya.
Dan segala puji bagi Allah, Rasulullah saw, sudah mengajarkan kita untuk bagaimana ‘melembutkan’ kekerasan hati kita dengan berdzikir.

Dzikir membuat kita mengingat menyadari tentang kebesaran Allah, Maha Kuasa dan Maha Penyayang. Dan sudah pasti jika kita mempercayai dan meyakini hal tersebut, kita tidak akan ragu ‘menyerahkan diri’ kita pada saatnya

Seperti kita jatuh cinta, rela bersama kekasih hati kemana pun dia membawa kita pergi. Percaya dan yakin. Hal dimana juga mamie berpikir untuk ‘mengeluarkan’ kekasih dunia dari dalam hati. Tempat yang seharusnya diperuntukkan hanya kepadaNya.

Ya Allah aku tidak akan berhenti mengetuk pintuMu hanya untuk bertemu dan bersamaMu

Lembutkan hatimu anakku, kita bukan siapa2 tanpa Sang Pencipta. Berdoalah selalu agar diberi rahmatNya. Amin

Advertisements